SELAMATAN DESA NGIJO "FESTIVAL KIRAB TUMPENG"

  • Aug 04, 2024
  • Lely

Petren Agung, 4 Agustus 2024,  Nguriuri Budoyo Deso Ngijo yang dituangkan melalui kegiatan Festival Kirab Tumpeng dengan mengambil tema "Guyub Rukun Deso Ngijo Megayuh"TOTO TITI TENTREM KERTO RAHARJO" merupakan Puncak acara Grebeg Suro Desa Ngijo sekaligus selamatan Desa, dengan jumlah peserta mencapai kurang lebih 1000 orang, dan 35 Tumpeng yang dikarak oleh peserta Kirab dari Rw 01 sampai dengan RW 16. Turut hadir Bapak Bupati Drs. H.M Sanusi beserta ibu dan rombongan, Bapak dan Ibu Camat Karangploso, kepala Desa Ampeldento, Girimoyo, Bocek, Ngenep, dan Tawangargo. 

Mengapa Tema yang diambil adalah Toto Titi Tentrem Kerto Raharjo ??? Toto Titi Tentrem Kerto Raharjo mengajarkan kita untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan sikap saling menerima, menghargai, dan membantu sesama. Konsep ini membantu menciptakan hubungan yang harmonis dengan orang lain, mengatasi konflik, dan menciptakan kebahagiaan yang lebih besar, mencapai kesejahteraan dan kemakmuran yang lebih baik.Untuk Mencapainya melibatkan kesadaran dan komitmen untuk berubah dan mempraktikkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.yang dimulai dengan rasa saling menghormati hak dan kebebasan individu, berlaku adil, menjaga keseimbangan dalam hidup, dan berusaha menciptakan harmoni dengan orang lain. 
selain itu juga merupakah bagian integral dari budaya dan identitas masyarakat Jawa. Konsep ini mengajarkan nilai-nilai penting seperti kearifan lokal, gotong royong, dan sikap saling menghormati. Dengan mempraktikkan konsep ini, masyarakat Desa Ngijo diharapkan dapat menciptakan hubungan yang harmonis, menjaga kerukunan sosial, dan mencapai tingkat kehidupan yang lebih berkualitas. Selamatan Desa ini juga merupakan  Wujud dari rasa syukur Masyarakat Desa Ngijo untuk bermunajat kepada Allah SWT dengan sedekah bumi berupa Nasi Tumpeng, Tumpeng Polo pendem, jajan pasar, sayur dan buah. dan tumpeng makanan ringan lainnya. Dengan Memohon Berkah dan Perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari musibah, serta mempererat tali silaturahmi antar warga, antar keluarga, tetangga, dan antar Umat beragama.